Jaringan 4.5G XL di Kal-Bar diperluas dengan layanan 4G LTE

Jaringan 4.5G XL di Kal-Bar
Jaringan 4.5G XL di Kal-Bar

Tekno BorneoSelang beberapa tahun setelah masyarakat mulai menikmati jaringan 3G, hadirlah jaringan baru yang di klaim lebih cepat dari jaringan tersebut, yaitu jaringan 4G. 4G merupakan singkatan dari fourth-Generation Technology, yang mengacu pada istilah generasi keempat dari teknologi jaringan telekomunikasi telepon seluler. Teknologi 4G Standar Long Term Evolution (LTE) ini baru muncul sejak 14 November 2013 di Indonesia yang diluncurkan oleh PT. Internux dengan merek dagang Bolt Super 4G LTE (Sumber Wikipedia).

Di Indonesia, banyak perubahan yang begitu signifikan dari segi kehidupan digital setelah jaringan 4G muncul, mulai dari hadirnya teknologi mobile yang support 4G hingga beragam aplikasi yang memerlukan jaringan kencang seperti video-live.

Pertumbuhan layanan data di Kalimantan Barat pada tahun lalu lebih dari 100 persen. Tentunya masyarakat membutuhkan jaringan yang berkualitas, sehingga PT Axiata Tbk pada tahun 2017 ini menghadirkan jaringan 4.5G ujar Chief Commerce XL Axiata Kirill Mankovski saat konferensi pers di Hotel Golden Tulip Pontianak.
Sementara itu, Vice President XL Axiata North Region, Handono Warih mengatakan bahwa Kalimantan Barat dan Kalimantan pada umumnya adalah daerah yang memiliki permintaan atas penggunaan layanan data yang terus-menerus mengalami peningkatan yang begitu signifikan dalam dua tahun terakhir.
Warih juga mengatakan bahwa pertumbuhan trafik layanan data akan terus tumbuh seiring dengan semakin menjamurnya pengguna smartphone dengan kemampuan 4G. Pertumbuhan tersebut terjadi secara merata di semua wilayah layanan XL Axiata. Begitupun strategi dan prediksi perusahaan untuk berfokus pada layanan data di tahun 2017 ini. Sebab itu lah Capex (Capital Expenditureuntuk tahun ini difokuskan untuk pembangunan layanan data, termasuk menyediakan infrastruktur jaringan hingga ke daerah terpelosok.

Perlu diketahui, jaringan 4.5G tidak hanya dibangun di Pontianak saja, ada delapan wilayah yang sudah dimasuki layanan internet dengan kecepatan tinggi ini. Adapun kota/kabupaten yang terjangkau layanan jaringan 4G LTE adalah :

  1. Kota Pontianak
  2. Kabupaten Kubu Raya
  3. Kabupaten Ketapang
  4. Kabupaten Pontianak
  5. Kabupaten Bengkayang
  6. Kabupaten Sambas
  7. Kota Singkawang
  8. Kabupaten Sanggau
Secara bertahap XL Axiata akan terus-menerus meningkatkan kualitas jaringan dan menambahkan cakupan layanan di setiap kota, seperti menambahkan 48 BTS. Saat ini. total BTS 46 yang telah tersedia di seluruh Kalbar adalah 36 unit dan akan segera bertambah 94 BTS 46 lainnya. Layanan data 4G LTE diprioritaskan di area-area yang memang sangat membutuhkan akses internet cepat, seperti instansi pemerintahan, pendidikan, bisnis, area publik dan perdagangan.
Sementara itu, area publik di kota Pontianak yang telah terjangkau layanan jaringan 4G LTE dari XL adalah :

  1. Pusat Pemerintahan Kota Pontianak
  2. Universitas Tanjungpura
  3. Mall Ayani
  4. HP Center Khatulistiwa Plaza
  5. Pelabuhan Pontianak
  6. Alun-alun Kapuas
  7. Tugu Khatulistiwa
  8. Taman Digulis
  9. Bandara Supadio
  10. Area Kopi Central Gadjah Mada
  11. dan lain sebagainya

Jumlah pelanggan XL Axiata di seluruh Kalimantan Barat adalah lebih dari 255 ribu pelanggan. Untuk pengguna layanan data yang aktif adalah sebanyak 73 persen. Kenaikan trafik ini adalah dipicu oleh akses video/ Streaming dan akses ke berbagai media sosial yang tentunya begitu banyak. Dengan memanfaatkan jaringan 4G LTE ini, maka akses pada konten-konten yang berkapasitas besar, mendownload dan upload akan lebih baik, cepat dan stabil. Tentu saja keunggulan jaringan ini sangat cocok digunakan oleh masyarakat termasuk dalam mendukung kinerja bisnis perorangan, rumahan atau usaha kecil menengah.

Kemudian dari segi pendidikan, jaringan seperti ini sangat cocok digunakan bagi pelajar yang memiliki minat dan bakat dalam hal teknologi informasi dan komunikasi. Jaringan yang cepat tentu akan membuat pelajar menjadi lebih bersemangat dalam mengakses berbagai macam sumber ilmu di internet. Sebagai contoh di Kampus Politeknik Negeri Pontianak, Jurusan Elektro, Program Studi Teknik Informatika, hampir semua tugas yang dikerjakan sangat membutuhkan internet. Apalagi untuk mata kuliah komputer, tentu akan menjadi nilai plus jika jaringan tersebut dapat digunakan dengan kecepatan tinggi. “Saya pernah mendapat tugas tentang komputer untuk dipresentasikan dalam bentuk video, kemudian saya dan ketiga teman saya syuting, kemudian lakukan sedikit editing dan endingnya video tersebut diupload. Alangkah sulitnya mengupload video tersebut yang berkapasitas kurang-lebih 1GB dengan koneksi internet yang lemot. Tentunya sangat membantu jika saya menggunakan jaringan yang lebih kencang seperti 4.5G ini dalam proses belajar saya.” – Ujar Rangga Saputra, salah satu mahasiswa Teknik Informatika semester 4.

Sistem Operasi Android dan Android Studio

TEORI SINGKAT

Android adalah sebuah sistem operasi berbasis Linux yang didesain khusus untuk perangkat dengan layar sentuh seperti smartphone atau tablet. Sistem operasi Android memiliki lisensi open-source, artinya kode aslinya bebas dimodifikasi dan didistribusikan ulang sehingga pada perkembangannya banyak perangkat-perangkat elektronik yang dioperasikan melalui sistem operasi Android seperti eBook reader, kamera, home automation system, perangkat elektronik rumah tangga seperti TV, mobil, dan lain sebagainya.

Versi Android
Berikut ini adalah versi dan kode nama dari sistem operasi Android :

Version Code Name API Distribution
2.2 Froyo 8 0.2%
2.3.3 – 2.3.7 Gingerbread 10 3.8%
4.0.3 – 4.0.4 Ice Cream Sandwich 15 3.4%
4.1.x Jelly Bean 16 11.4%
4.2.x 17 14.5%
4.3 18 4.3%
4.4 KitKat 19 38.9%
5.0 Lollipop 21 15.6%
5.1 22 7.9%
6.0 Marshmallow 23
Sejarah Android
Tahun 2003 : Android, Inc didirikan di Palo Alto, California.
Tahun 2005 : Google membeli Android, Inc.
Tahun 2007 : Lahirnya Open Headset Alliance. Aliansi ini terdiri dari pengembang hardware, software dan perusahaan telekomunikasi.
Tahun 2008 : Android Software Development Kit (SDK) 1.0 diluncurkan. Toolkit ini menyediakan semua bahan untuk pengembangan aplikasi Android. Perangkat Android pertama diluncurkan.
Tahun 2009 – Sekarang : Versi baru dari SDK terus dirilis. Perangkat-perangkat mobile berbasis Android mulai banyak. Jutaan aplikasi mulai masuk dan didownload oleh pengguna diseluruh dunia.

Android Studio
Android Studio adalah sebuah IDE (Integrated Development Environment) yang digunakan untuk membuat aplikasi mobile Android. Android Studio dikembangkan merujuk pada aplikasi IntelliJ IDEA. Aplikasi ini dapat diunduh secara gratis dan berlisensi open source.

PEMBAHASAN

Instalasi Android Studio
Seperti yang tertera di website https://developer.android.com/ bahwa spesifikasi minimun komputer dengan Operating System Windows dalam menginstall Android Studio adalah :

  • Microsoft® Windows® 7/8/10 (32- or 64-bit)
  • GB RAM minimum, 8 GB RAM recommended; plus 1 GB for the Android Emulator
  • 2 GB of available disk space minimum,
  • 4 GB Recommended (500 MB for IDE + 1.5 GB for Android SDK and emulator system image)
  • 1280 x 800 minimum screen resolution
  • For accelerated emulator: 64-bit operating system and Intel® processor with support for Intel® VT-x, Intel® EM64T (Intel® 64), and Execute Disable (XD) Bit functionality

Instal Java Development Kit (JDK)
JDK perlu diinstal sebab Android Studio SDK menggunakan bahasa pemrograman Java. Download JDK di http://www.oracle.com/, sebagai contoh dapat menggunakan jdk-8u102-windows-x64. Kemudian instal JDK tersebut dengan cara :
  • Double klik installernya
  • Klik Next
  • Tunggu hingga loading selesai
  • Klik Done dan JDK berhasil terinstall

Instal Android Studio
Jika belum memiliki installer Android Studio, maka dapat didownload secara resmi di website https://developer.android.com/studio/index.html. Sebagai contoh dapat menggunakan android-studio-bundle-145.3537739-windows dengan System Operasi Windows 10 64bit. Caranya adalah sebagai berikut :
  • Double klik untuk menginstal
  • Klik Next
  • Centang komponen Android SDK dan Android Virtual Device, lalu klik Next
  • Klik tombol I Agree
  • Ubah lokasi instalasi Android Studio dan SDK dengan cara menekan tombol Browse jika diinginkan, namun jika tidak maka langsung saja klik Next
  • Centang Do not create shortcuts jika tidak ingin menampilkan shortcut pada start menu, namun sebagai rekomendasi biarkan saja pengaturan ini seperti defaultnya, lalu klik Install
  • Tunggu proses instalasi selesai
  • Setelah instalasi selesai, maka klik tombol Next 
  • Centang Start Android Studio jika ingin otomatis membuka Android Studio saat instalasi selesai, namun jika tidak hilangkan centangnya, lalu klik tombol Finish
  • Pertama kali Android Studio diinstall, maka akan muncul dialog box yang menyediakan opsi untuk mengimport pengaturan dari versi Android Studio sebelumnya. Namun jika tidak memiliki versi Android Studio yang lama atau tidak ingin melakukan import pengaturan, maka klik radio button “I do not have a…”, kemudian klik OK 
  • Android Studio siap dijalankan

Instalasi dan Konfigurasi Android SDK

  • Buka Android Studio, jika pertama kali instal maka yang muncul adalah Home Screen. Kemudian klik Configure ? klik SDK Manager
  • Namun jika telah masuk di jendela project, maka klik icon SDK Manager
  • Setelah SDK Manager di klik, maka akan muncul jendela pengaturan Android SDK. Klik dibagian tab SDK Platforms, secara default saat mendownload Android Studio versi terbaru dari website resminya maka SDK dengan versi yang paling terbaru pula akan include terinstal
  • Sebagai contoh Android SDK dengan Versi 7.1.1 (Nougat) telah terinstal saat menginstal android-studio-bundle-145.3537739-windows
  • Untuk melihat secara detail apakah komponen-komponen yang dibutuhkan telah terinstal, maka centang Show Package Details
  • Perlu diketahui bagian SDK yang terpenting untuk terinstal adalah :
    – Android SDK Platform (…)
    – Sources for Android (…)
    – Google APIs (…) System Image 
  • Agar lebih mendukung dalam pembuatan aplikasi Android, maka direkomendasikan Android SDK yang dipilih sesuai dengan versi Android smartphone pribadi
  • Sebagai contoh, menggunakan Xiaomi Redmi 3 Pro dengan Versi Android 5.1.1 (Lollipop), maka harus mendownload SDK yang sama dengan versi Android smartphone sekarang
  • Cara mendownload Android SDK adalah klik Launch Standalone SDK Manager
  • Kemudian muncul jendela Android SDK Manager, lalu centang bagian Android 5.1.1 (API 22), setelah itu klik Install 11 Packages… Perlu diingat, proses instalasi SDK memerlukan koneksi internet yang laju, karena file yang didownload sangat besar
  • Untuk melihat apakah Komponen SDK telah terintal, maka perhatikan tulisan “Installed”
  • Pada tab SDK Tools, lakukan hal yang sama seperti sebelumnya yaitu menginstal SDK Developer Tools yang diperlukan
  • Minimal tools yang diperlukan adalah :
    – Android SDK Build-Tools
    – Android SDK Platform-Tools
    – Documentation for Android SDK
    – Intel x86 Emulator Accelerator (HAXM installer)
  • Pada tab SDK Update Site centang/enable semua tools agar dapat terupdate secara online. Terakhir, klik OK

Membuat Android Virtual Device (Emulator)
  • Buka Project Android Studio, kemudian klik icon AVD Manager
  • Setelah itu klik button Create Virtual Device…
  • Pilih perangkat yang ingin digunakan, sebagai contoh memilih Category Phone dengan nama perangkat Nexus One, lalu klik Next
  • Pilih System Image yang telah terinstall sebelumnya, sebagai contoh memilih system image Nougat API24 x86 Android 7.0, lalu klik Next
  • Ubah pengaturan yang diinginkan, misalnya mengubah nama AVD, CPU Core, kapasitas RAM, VM Heap, Internal Storage, dan lain sebagainya. Pengaturan-pengaturan tersebut dapat dilihat dengan cara klik button Show Advanced Seting, kemudian jika telah selesai maka klik Finish
  • Android Virtual Device yang telah berhasil dibuat

KESIMPULAN

Android merupakan platform mobile komputer open source yang lagi trendi saat ini, sehingga banyak developer yang berlomba untuk menciptakan aplikasi mobile Android. Android merupakan produk Google dimana pemrogramannya dirancang dengan menggunakan bahasa pemrograman Java dan Android Studio IDE yang relatif sangat berat. Maka dari itu diperlukan spesifikasi komputer yang mumpuni untuk membuat hingga menjalankan pemrograman ini.
Developer android memerlukan JDK, SDK dan Android Studio IDE sebagai software dasar untuk membangun program Android dan kemudian dapat dijalankan di PC dengan Operating System Windows, MacOS maupun Linux yang dibantu dengan Emulator Android.
Penggunaan Emulator Android memakan RAM yang besar, ditambah lagi jika programmer menggunakan prosesos jenis selain Intel maka perlu menginstal emulator yang lain seperti BlueStacks dan lain sebagainya. Namun programmer juga dapat memanfaatkan perangkat Smartphone Android miliknya untuk keperluan Running dan Instalasi Program Android.